BAGAIMANA MENGAJARKAN SI KECIL UNTUK BERBAGI?

Tingkah laku yang biasa dilakukan si Kecil kala berusia 3 tahun adalah berebut mainan. Si Kecil kerap bertengkar dengan kakak, adik, atau teman, karena berusaha mempertahankan mainannya. Sebenarnya, ada sisi baik dari sikap berebut mainan ini, yaitu si Kecil berusaha mempertahankan pendapatnya. Namun sebagai orang tua, mungkin bingung dalam bersikap. Apakah membiarkan si Kecil mempertahankan mainan atau mengajarkannya soal berbagi dengan orang lain.

Sebetulnya, kala si Kecil berebut mainan dengan saudara atau teman, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

 

  1. Menjadi Penengah

Dalam kondisi si Kecil tengah bertengkar karena rebutan mainan, sebaiknya orangtua menjadi penengah, dan tidak ikut terbawa emosi, apalagi sampai membentak. Hadapilah pertengkaran itu dengan tenang. Sebab, orang tua yang emosi akan membuat suasana hati si Kecil semakin tidak enak. Akibatnya, si Kecil sulit untuk ditenangkan.

 

  1. Beri Pengertian

Jika si Kecil bertengkar karena berebut mainan berilah pengertian. Katakan bahwa si Kecil tidak boleh merebut mainan milik orang lain. Ia harus belajar menghormati orang lain, termasuk benda-benda miliknya. Sebaliknya, beri pengertian juga bila mainan si Kecil tiba-tiba direbut oleh teman atau saudaranya. Ajarkan kepada dia bahwa mainan itu bisa untuk bermain bersama.

 

  1. Ajarkan Cara Menyampaikan Pendapat

Seperti yang sudah diulas di atas bahwa berebut mainan sebenarnya adalah mempertahankan pendapat. Karena itu, orangtua bisa mengajarkan si Kecil yang ingin mempertahankan mainannya dengan perkataan yang baik. Bukan pertengkaran atau emosi yang meledak-ledak. Berilah contoh kata-kata yang tepat dalam menyampaikan pendapat, agar Si Kecil dapat menyampaikan kembali kepada temannya.

 

  1. Ajarkan Berbagi

Ajarkan pada Si Kecil, bahwa semua barangnya, termasuk mainan, adalah benda yang dapat dimainkan bersama. Beritahu bahwa mainan-mainan itu boleh dimainkan teman bermainnya atau dipinjam ketika mereka sedang bermain bersama. Begitu juga sebaliknya. Si Kecil boleh meminjam mainan milik kakak, adik, atau teman, asalkan menyampaikan keinginan itu dengan baik-baik.

 

  1. Ajarkan Kompromi

Ketika sedang dalam keadaan tenang, Orangtua dapat mengajarkan si Kecil untuk berkompromi dalam menggunakan mainan. Buatlah jadwalnya. Misalnya, ketika si Kecil bermain boneka, kakak atau adiknya bermain masak-masakan. Tentukan siapa yang memakai permainan itu tertentu lebih dahulu, setelahnya boleh bergantian. Ajarkan juga agar si Kecil dapat membuat jadwal bermain dan tegaskan bahwa peraturan itu harus dipatuhi.

 

  1. Beri Penghargaan

Saat pertengkaran sudah selesai dan keadaan kembali tenang, biasanya si Kecil akan akur kembali. Ketika itu, Orangtua berilah penghargaan. Pujian, semangkuk es krim, atau sebuah permen, dapat menjadi penghargaan yang penting. Katakan bahwa berdamai seperti ini jauh lebih menyenangkan daripada harus bertengkar.

Satu lagi, buatlah peraturan, bagi siapa yang bertengkar karena berebut mainan, akan memperoleh hukuman. Jenis hukuman ini pun yang ringan-ringan saja. Misalnya, tidak boleh meminta tambah sewaktu makan es krim.

 

Sumber:

Dancow Parenting Center. (2015). Agar Si Kecil Rela Berbagi Mainan dengan Teman. Diakses 31 Oktober 2017 dari https://www.dancow.co.id/dpc/content/semua-usia/3-tahun/agar-si-kecil-rela-berbagi-mainan-dengan-teman.html?gclid=Cj0KCQjwm9vPBRCQARIsABAIQYek0bnfAK6cKll7yzcLlLh7Wnl8QceIoLmekF2L8nVhmIz88L48yrUaAuILEALw_wcB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *