Perkembangan Bahasa dan Perkembangan Psikomotorik Pada Anak Usia Dini

A. Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Bahasa merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalui bahasa individu belajar untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bahasa juga membantu anak untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan keinginannya kepada orang lain. Bahasa tidak lain merupakan sintesis dari kemampuan berfikir yang kompleks dan abstrak (Woolfolk, 1989). Sebagai sebuah sistem, bahasa dibangun atas beberapa komponen. Para ahli linguistik sepakat ada 4 komponen yang membangun bahasa. Komponen yang pertama yaitu fonologi. Fonologi mengacu kepada struktur bahasa yang mengatur bunyi huruf pada sebuah bahasa. Komponen yang kedua ialah semantik. Semantik merupakan struktur bahasa yang mengatur kosa kata atau perbendaharaan kata dari suatu bahasa. Komponen fonologi dan semantik merupakan komponen awal yang dimiliki seorang anak. Komponen yang ketiga adalah grammar. Grammar merupakan struktur bahasa yang menjelaskan tentang tata bahasa dan bagai-mana menggunakannya dalam konteks kalimat. Komponen yang terakhir adalah pragmatis. Pragmatis merupakan komponen bahasa yang mengatur bagaimana menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Kemampuan seorang anak untuk mengekspresikan keinginan, perasaan, dan pikirannya lewat bahasa pada dasarnya menunjukkan kemampuan anak untuk menggunakan komponen semantik. Pada awal kajiannya, para psikolog beraliran behavioristik percaya bahwa anak-anak belajar bahasa dengan cara yang sama ketika mereka belajar tentang hal lain (Skinner, 1975). Dengan kata lain bahasa merupakan produk imitasi dari lingkungan sekitar anak. Tetapi teori ini dianggap terlalu bersifat simplistik terhadap kemampuan bahasa anak. Noam Chomsky (1976), seorang nativist percaya bahwa kemampuan anak untuk berbahasa disebabkan oleh adanya sebuah alat atau device dalam struktur otak anak yang memungkinkan anak untuk ber-bahasa. Struktur tersebut dinamakan dengan Languange Acquisition Device (LAD). LAD merupa-kan sistem internal yang memungkinkan anak untuk memahami dan mereproduksi kembali bahasa. Woolfolk (1989) menyatakan bahwa bahasa anak berkembang dari kemampuan yang bersifat sederhana menuju kemampuan yang lebih kompleks.

Tabel berikut ini menjelaskan tahapan perkembangan bahasa anak

Usia Fonologi Semantik Grammar Pragmatis
0–1 Tahun Menggunakan intonasi yang berbeda-beda ·Menggunakan bahasa gestures

·Merespon terhadap bahasa ibu

·Sensitif terhadap intonasi kali ·         Sensitif terhadap intonasi kalimat yang berbeda
1–2 Tahun Menyederhanak an kata menjadi buny · Mengucapkan kata pertama

·Berkembangnya kosa kata anak

·Menggabungkan 2 kata atau lebih ·         Sensitif terhadap intonasi kalimat yang berbeda
3–5 Tahun Meningkatkan artikulasi tiap huruf ·Kosa kata terus berkembang pesat ·Membuat kalimat sederhana

·Menguasai struktur kalimat sederhana (kata tanya, kata perintah, dsb)

·         Dapat berkomunikasi sesuai dengan konteks lingkungan

Sebagaimana dengan per-kembangan kognitif, perkembangan bahasa seorang anak pun memerlukan stimulasi khusus dari orang tua dan pengasuh. Tanpa adanya stimulasi serta rangsangan dari orang tua, perkembangan bahasa anak akan mengalami hambatan. Hambatan yang dialami anak dalam perkembangan bahasa akan memberikan pengaruh yang besar terhadap aspek perkembangan lainnya, terutama perkembangan sosial dan emosi anak.

Perkembangan Psikomotorik Pada Anak Usia Dini

Perkembangan psikomotorik anak merupakan perkembangan yang paling sering diidentifikasi oleh orang tua. Meskipun demikian, kebanyakan orang tua memahami perkembangan psikomotorik hanya terbatas kepada kemampuan motorik kasar semata. Padahal kemampuan psikomotorik anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan motorik kasar saja, tetapi juga kemampuan motorik halus anak. Kemampuan motorik kasar biasanya ditentukan oleh gerak otot dan fisik. Sementara kemampuan motorik halus lebih merupakan gerak koordinasi yang dilakukan oleh seorang anak. Tabel berikut ini menyajikan perkembangan motorik kasar dan halus anak usia 1-2 tahun (Bayley, 1993);

Tabel Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Anak

Usia Perkembangan Motorik
1 Tahun ·Pertumbuhannya tidak secepat pada masa bayi.

·Sudah bisa berjalan pada usia 14 bulan.

·Dapat berjalan mundur dan melangkah ke depan atau menaiki tangga pada usia 22 bulan.

·Bisa makan sendiri walau belum sempurna dan masih berceceran.

·Minum dengan gelas masih perlu dibantu.

·Sudah bisa menyusun balok

2 Tahun ·Berjalan, lari, memanjat dan naik turun tangga sendiri.

·Bisa melempar dan menendang bola ke depan.

·Dapat melompat dengan kedua kakinya.

·Mampu berdiri dengan bertumpu pada jempol kakinya.

·Suka mengambil barang (membongkar) dan mengembalikannya.

·Senang membuka dan menutup barang yang berpenutup.

·Tidak suka popok (diapen) basah atau kotor.

.Mulai berminat diajarkan toilet training

Orang tua dan orang-orang yang terdekat dengan kehidupan anak, memberi pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil penelitian yang dilakukan The Reiner Foundation (Jalal, 2002), menyebutkan 10 hal yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan status kesehatan dan perkembangan otak. Hal itu dilakukan dengan cara memberi rangsangan berupa kehangatan dan cinta yang tulus, memberi pengalaman langsung dengan menggunakan inderanya (pengli-hatan, pendengaran, perasa, peraba, penciuman), interaksi melalui sentuhan, pelukan, senyuman, nyanyian, mendengarkan dengan penuh perhatian, menanggapi ocehan anak, mengajak bercakap-cakap dengan suara yang lembut, dan memberikan rasa aman. Rangsangan yang dilakukan orang tua ini secara signifikan terbukti dapat mengoptimalkan aspekaspek perkembangan seorang anak.

SUMBER : Vina Adriany, OPTMALISASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK. (http://jurnal.upi.edu/file/Vina.pdf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *