Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia Dini

 

Image result for tumbuh kembang kognitifPara ahli psikologi sepakat bahwa perkembangan kognitif seorang anak paling tidak dipengaruhi oleh 3 faktor (Berk, 2005). Faktor yang pertama adalah faktor hereditas, kemudian faktor kematangan individu dan faktor terakhir adalah faktor belajar. Sementara itu, Piaget menambahkan satu faktor lagi disamping ketiga faktor tersebut yaitu faktor social transmission ( Woolfolk, 1993). Social transmission adalah sebuah proses dimana anak akan belajar melalui proses interaksi dengan orang lain.

Piaget juga membagi perkem-bangan kognitif anak kedalam 4 tahap (Ginsburg & Opper, 1998). Tahapan dalam perkembangan kognitif anak berikut karakteristiknya disajikan dalam table berikut ini (Wadsworth, 1989)

Tabel Tahap Perkembangan Kognitif Anak

No Tahap Usia Karakteristik
1 Sensorimotor 0 – 2 Tahun ·         Menggunakan gerak reflex

·          Informasi bersandarkan pada panca indra

2 Pra-operasional 2-4 Tahun ·         Mulai menggunakan bahasa

·         Berfikir secara operasioanal

·         Egosentris

·         Belum memahami hukum konservasi

3 Konkret Operasional 7-11 Tahun ·         Memiliki kemampuan problem solving secara logis

·         Mengerti hukum konservasi

·         Mengerti konsep reversibility

4 Formal Operasional 11-15 Tahun ·         Memiliki kemampuan berfikir abstrak

·         Memahami cara berfikir ilmiah

·         Mulai berfikir tentang identitas diri

·         Mulai tertarik dengan isu-isu social

 

Sementara itu Berk (2005) secara lebih spesifik menjelaskan karakteristik perkembangan kognitif anak usia 2-7 tahun sebagai berikut:

 

 

 

Tabel Perkembangan Kognitif Anak

No Usia Karakteristik
1 2-4 Tahun ·         Menunjukkan perkembangan kognitif yang pesat dalam hal kemampuan representasi. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya kemampuan bahasa, bermain peran, dan menggambar

·         Dapat beradaptasi dengan suasana yang berbeda ditandai dengan munculnya kemampuan untuk berkomunikasi

·         Dapat membedakan antara benda mati dengan benda hidup

·         Dapat mengklasifikasikan objek berdasarkan ukuran dan warna

·         Dapat menyusun objek berdasarkan hirarki tertentu

2 4 – 7 Tahun ·         Meningkatnya kemampuan berkomunikasi

·         Mulai berfikir secara logis

·         Mulai menyadari kehadiran perspektif orang lain dalam menilai satu masalah

 

Disamping Piaget dan Berk, Hardiono D. Pusponegoro (2006) mengungkapkan karakteristik dari perkembangan kognitif anak usia 1 sampai 2 tahun sebagai berikut :

  1. Anak Usia 1 Tahun
  • Ingin tahunya besar (curious).
  • Fokus pada sesuatu yang diinginkan.
  • Menirukan suara binatang.
  • Menyebutkan nama – nama orang yang dikenalnya.
  • Menggabungkan dua kata menjadi satu kalimat sederhana.
  • Menggunakan kata benda aku dan milikku.
  • Dapat menyebutkan bagian-bagian gambar yang dikenal-nya.
  • Menggunakan objek tertentu untuk menunjukan maksudnya.
  • Mulai memasukkan orang (kedua) lain dalam bermain peran.
  • Dapat memegang pensill dan mencorat-coret.
  • Sangat aktif.
  • Dikarenakan imajinasi yang terus berkembang, sulit membedakan mana yang asli dan yang khayalan.
  1. Anak Usia 2 Tahun
  • Mengikuti perintah yang sederhana.
  • Menggunakan 2 atau 3 kata kombinasi.
  • Mengekspresikan perasaan dan harapannya.
  • Menggunakan benda untuk menunjukan benda lainnya.
  • Jangka waktu konsentrasi masih terbatas.
  • Dapat mengingat sajak pendek.
  • Mampu menyanyikan lagu yang sederhana.
  • Mulai memikirkan berbuat sesuatu sebelum bertindak.
  • Mempunyai masalah dalam menentukan pilihan, tetapi berani membuat pilihan.

Pada saat yang sama, anak usia dini pun sudah mengenal beberapa konsep dalam perkembangan kognitif mereka. Beberapa konsep yang umum diketahui oleh anak usia dini adalah:

  1. konsep ruang
  2. konsep berat
  3. konsep bilangan
  4. konsep waktu,
  5. konsep warna,
  6. konsep bentuk
  7. konsep diri.

Konsep – konsep ini berkembang pada seorang anak dimulai dari pemahaman yang supervisial sampai ke pemahaman yang lebih kompleks lagi. Perkembangan kognitif anak merupakan aspek perkembangan yang perlu dirangsang dan distimulasi oleh pihak luar terutama orang tua. Tanpa adanya rangsangan dan stimulasi dari orang tua, maka kapasitas kognitif anak tidak akan berkembang secara optimal.

 

Sumber: Vina Adriany, OPTMALISASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK. (http://bit.ly/2gSSJ4r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *