Bagaimana Perkembangan Sosial Emosional pada Anak?

Sangat mudah untuk memantau perkembangan fisik anak prasekolah Anda saat ia tumbuh lebih tinggi, lebih besar, dan lebih kuat. Tapi bagaimana Anda bisa mengukur perkembangan anak Anda dalam hal lain? Misalnya, dapatkah Anda tahu apakah perkembangan sosial dan emosionalnya sesuai dengan umurnya?

 

Sebagai orang tua dan guru pertama anak Anda, Anda berada dalam posisi yang baik untuk mengamati dan menilai apakah ia mengembangkan keterampilan yang sesuai untuk anak berusia 3 sampai 4 tahun. Trik dan tips berikut akan membantu Anda memahami apa yang anak Anda harus lakukan dan pelajari dan bagaimana Anda dapat mendukung perkembangannya.

 

Apakah anak Anda mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang sesuai dengan usia?

Berikut adalah keterampilan sosial dan emosional yang harus dikembangkan anak Anda pada usia 3 atau 4 tahun. Anak saya:

  1. Bisa dengan benar menyatakan jenis kelamin dan umurnya.
  2. Bisa membacakan nama depan dan nama belakangnya, dan nama orang tua.
  3. Mengurus kebutuhannya sendiri, seperti mencuci tangan dan berpakaian.
  4. Menikmati membantu tugas rumah tangga.
  5. Menyesuaikan diri dengan situasi baru tanpa kehadiran orang dewasa.
  6. Mulai memperhatikan perasaan dan perasaan orang lain.
  7. Mulai mengenali batas dan meminta bantuan orang lain.
  8. Mulai belajar bergiliran, berbagi, dan bekerja sama.
  9. Mengungkapkan kemarahan dengan kata-kata daripada bertindak secara fisik.

 

Mendorong perkembangan sosial dan emosional di rumah

Sekarang setelah Anda memahami beberapa keterampilan sosial dan emosional yang dimiliki anak Anda, Anda dapat memperkuat keterampilan itu dan membantunya mengembangkan lebih jauh bila diperlukan. Ini wajar (dan menyenangkan!) Untuk melatih keterampilan ini dengan anak Anda sepanjang hari. Berikut adalah beberapa ide untuk Anda mulai:

  1. Menyediakan struktur dan rutinitas sehari-hari di rumah; ini menciptakan lingkungan yang aman untuk anak Anda.
  2. Dorong kebebasan anak Anda. Karena dia mempraktikkan dan menguasai keterampilan seperti berpakaian, menggosok gigi, atau memberi makan hewan peliharaan, pastikan untuk memuji dia.
  3. Ajarkan anak Anda untuk melafalkan nama depan dan belakangnya, nama orang tuanya, jenis kelamin dan umurnya, dan alamat rumahnya.
  4. Pastikan anak Anda memiliki kontak sosial reguler dengan anak-anak lain seusianya, baik satu lawan satu dan dalam kelompok. Amati dia bermain dengan orang lain, dan dengarkan apa yang dia katakan tentang teman-temannya. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajarinya untuk bekerja sama dengan teman sebaya, menyelesaikan konflik, dan membangun serta memelihara persahabatan.
  5. Mainkan permainan yang mengharuskan anak Anda bekerja sama dengan orang lain, menunggu giliran, dan belajar menjadi pemenang atau pecundang yang ramah.

 

Mempromosikan pertumbuhan sosial dan emosional di prasekolah

Di prasekolah anak Anda akan masuk ke dunia yang penuh dengan pembelajaran terstruktur dan informal, dan pelajaran yang memberi nilai tinggi pada perilaku dan kerja sama yang baik. Untuk melacak kemajuan sosial dan emosional anak Anda, sebaiknya:

  1. Tanyakan kepada guru apa peluang anak Anda untuk belajar dan berlatih keterampilan sosial dan emosional di kelas dan bermain. Juga tanyakan seberapa baik anak Anda melakukannya di bidang perkembangan sosial dan emosional
  2. Cari tahu apa keterampilan dan perilaku sosial yang perlu ditunjukkan anak Anda untuk melakukan transisi terbaik ke taman kanak-kanak.
  3. Dorong anak Anda untuk berbicara tentang sekolah, dan cobalah untuk mengukur bagaimana perasaannya, teman sekelasnya, dan situasi atau aktivitas apa pun yang dia anggap sangat menarik (atau menantang).

 

Karena khawatir? Dimana harus mencari saran dan bantuan

Keterampilan “normal” sosial dan emosional dan kesadaran tidak berkembang dengan cara yang persis sama untuk semua anak prasekolah. Namun, Anda mungkin ingin mencari pertolongan jika anak Anda:

  1. Memiliki kesulitan untuk bergabung dan mempertahankan status sosial positif dalam kelompok sebaya.
  2. Memiliki waktu yang sulit menjaga kontrol diri saat frustrasi.
  3. Melemparkan tantrum panjang, berlarut-larut, atau sering, atau menggertak anak-anak lain.
  4. Luar biasa ditarik atau tampak sedih. (Pastikan untuk mencari perilaku ini dalam aktivitas kelompok serta permainan solo dan karya seni.)
  5. Menderita kecemasan ekstrem saat berpisah dari Anda, bahkan dalam suasana yang akrab.

 

Diskusikan masalah Anda dengan guru prasekolah anak Anda, dokter anak, dan, jika perlu, spesialis (seperti psikolog anak). Jika Anda khawatir anak Anda mungkin mengalami ketidakmampuan belajar atau penundaan, Anda harus menghubungi sekolah dan meminta (secara tertulis) bahwa pemeriksaan diagnostik dilakukan. Terimakasih, semoga bermanfaat.

 

 

Sumber: Kristin Stanberry, http://www.getreadytoread.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *