Kenali Macam Gangguan Belajar Pada Anak

Gangguan belajar (Learning Disorder) adalah suatu gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan untuk menerima, memproses, menganalisis, atau menyimpan informasi, penyebab kesulitan belajar yang sesungguhnya belum dapat dipastikan. Namun, beberapa kemungkinan penyebab telah ditemukan. Kesulitan belajar cenderung menurun dalam keluarga dengan satu orang tua yang memiliki kesulitan seperti disleksia atau diskalkulia, meskipun transmisi genetika dari kesulitan belajar belum diketahui.

Anak dengan gangguan belajar mungkin mempunyai tingkat intelegensi yang sama atau lebih tinggi dibandingkan teman sebayanya. Masalah yang terkait dengan kesehatan mental dan gangguan belajar yaitu kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, mengingat, penalaran, serta keterampilan motorik dan masalah dalam matematika. Gangguan belajar di sisi lain, adalah diagnosis klinis resmi, dimana individu memenuhi kriteria tertentu, sebagaimana ditentukan oleh seorang profesional (psikolog, dokter anak, dll).

Baru-baru ini, para peneliti menggunakan teknik penggambaran otak, seperti magnetic resonance imaging (MRI), untuk memperlihatkan bagian tertentu dari otak yang mungkin berhubungan dengan kesulitan belajar. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kesulitan belajar kemungkinan besar tidak melibatkan lokasi otak tertentu, tetapi lebih disebabkan oleh masalah-masalah dalam mengintegrasikan informasi dari banyak bagian otak atau kesulitan yang tak kentara dalam struktur dan fungsi otak. Kemungkinan lain adalah bahwa beberapa kesulitan belajar disebabkan oleh masalah-masalah selama perkembangan sebelum kelahiran atau proses kelahiran.

Sejumlah studi menemukan bahwa kesulitan belajar lebih lazim terjadi pada bayi-bayi yang memiliki berat badan yang ringan saat lahir. Hal ini tidak berarti anak memiliki tingkat kecerdasan yang rendah. Untuk mengetahui apakah anak sedang mengalami kesulitan dalam belajar bisa dilihat dari waktu yang dibutuhkan dalam memahami suatu persoalan di buku, dan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan otak anak dalam mengalahkan kesulitan belajarnya bisa dilihat dari hasil tes IQnya.

Anak-anak dengan Learning Disorder yang tidak di terapi, akan mempengaruhi kepercayaan diri mereka. Mereka berusaha lebih daripada teman-teman mereka, tetapi tidak mendapatkan pujian atau reward dari guru atau orang tua. Demikian pula, Learning Disorder yang tidak di terapi dapat menyebabkan penderitaan psikologis yang besar untuk orang dewasa.

Jenis Gangguan Belajar

  1. Disleksia (Dyslexia): adalah gangguan belajar yang mempengaruhi membaca dan/atau kemampuan menulis. Ini adalah cacat bahasa berbasis di mana seseorang memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis.
  2. Diskalkulia (Dyscalculia): adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan matematika. Seseorang dengan diskalkulia sering mengalami kesulitan memecahkan masalah matematika dan menangkap konsep-konsep dasar aritmatika.
  3. Disgrafia (Dysgraphia): adalah ketidakmampuan dalam menulis, terlepas dari kemampuan untuk membaca. Orang dengan disgrafia sering berjuang dengan menulis bentuk surat atau tertulis dalam ruang yang didefinisikan. Hal ini juga bisa disertai dengan gangguan motorik halus.
  4. Gangguan pendengaran dan proses visual (Auditory and visual processing disorders): adalah gangguan belajar yang melibatkan gangguan sensorik. Meskipun anak tersebut mungkin dapat melihat dan/atau mendengar secara normal, gangguan ini menyulitkan mereka dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka akan sering memiliki kesulitan dalam pemahaman bahasa, baik tertulis atau auditori (atau keduanya).
  5. Ketidakmampuan belajar nonverbal (Nonverbal Learning Disabilities): adalah gangguan belajar dalam masalah dengan visual-spasial, motorik, dan keterampilan organisasi. Umumnya mereka mengalami kesulitan dalam memahami komunikasi nonverbal dan interaksi, yang dapat mengakibatkan masalah sosial.
  6. Gangguan bahasa spesifik (Specific Language Impairment (SLI)): adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi penguasaan bahasa dan penggunaan.

Tanda dan Gejala

Gejala gangguan belajar pada Anak Pra-Sekolah:

  • Gangguan bicara dan bahasa, sulit mengucapkan kata-kata dan memahami kalimat
  • Mengalami masalah dalam belajar huruf, angka, warna, bentuk, hari.
  • Kesulitan mencari ekspresi kata yang tepat.
  • Sulit mengikuti perintah, membedakan kanan dan kiri.
  • Mengalami problem untuk menulis, memegang gunting, mewarnai dalam kotak.
  • Sulit mengikat tali sepatu, mengancingkan kancing,
  • Kesulitan mengikuti rutinitas belajar.

Sumber: http://bit.ly/2vvO6G9

Gangguan belajar pada anak membutuhkan cara pengajaran khusus yang berbeda dengan anak lain. Kidzmotion membuka layanan terapi edukasi untuk anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Dibantu oleh pengajar yang ahli di bidangnya, Kidzmotion telah berhasil membangun kepercayaan dengan orangtua murid sejak tahun 2010 untuk menangani anak-anak dengan kesulitan belajar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *